Kok Bisa?
Banyak hal yang layak untuk dibahas.
Bagaimana bisa?
Mereka selalu bertanya,
"Kenapa, Ami?"
Kenapa?
Ya, kenapa?
Apa yang salah? Semua baik-baik saja, pikirku. Tidak ada yang keliru dengan keputusan yang telah kuambil.
Ternyata tidak.
Untuk kesekian kalinya, aku kalah.
Siapa perempuan-perempuan itu?
Apa yang menarik dari mereka?
Dan kenapa harus aku?
Kenapa...
Harus...
Aku...?
Kemudian aku teringat. Sejak awal, jalan yang kupilih memang sudah keliru. Aku menyadarinya, tetapi tetap menjalaninya sambil berharap semuanya akan membaik.
Bahwa waktu akan berbaik hati dan memberikan kesempatan untuk memaafkan.
Dan apa yang terjadi kemudian?
---
Lihat!
Seorang perempuan berambut pendek ada di sana.
Sejak kapan dia menyukai rambut sependek itu?
Sejak kapan?
Sejak hatinya tak lagi menaruh kepercayaan pada lelaki itu. Sejak hatinya di hancukan sehancur hancurnya.
Sadis.
Tentu saja tidak. Bahkan tahun berikutnya yang terjadi adalah lebih dari sekedar kata sadis.
---
Aku jadi ingat di bulan yang sama di penghujung 2013, mereka bilang dengan keyakinannya bahwa aku akan menjanda tidak lama setelah menikah. Bahwa pernikahan itu tidak akan membawa hal baik. Pernikahan itu akan sia sia.
Aku mendengar tanpa sengaja.
Batinku berucap, bagaimana bisa kalian mendoakan hal buruk?.
---