Misalnya begini, kalau ada yang sakit parah lalu meninggal—entah itu diabetes, maag kronis menurut dokter, atau bahkan cuma jatuh di kamar mandi lalu meninggal di tempat—pasti saja ada kabar kalau sakitnya itu sakit “buatan”. Dan, kata orang pinter, asalnya dari “kulon”.
Lalu mulailah tetangga, teman, abang-abang jualan, sampai para menantu yang asalnya dari “kulon” jadi bahan waspada.
Fitnah?
Pasti.
Padahal yang suka minta air “suci” ke orang pinter ya mereka juga. Lah saya? Kagak.
Jadi sebenarnya siapa yang lebih dekat dengan dunia mistis? Saya atau mereka?
Kadang saya bingung, ini pola pikir masyarakatnya yang masih terlalu primitif atau bagaimana?
Kalau memang nggak melakukan hal begituan sih harusnya santai aja, ya?
But please, justru stigma itu yang bikin hati dan perasaan jadi nggak nyaman. Ini serius.
Bagaimana mau nyaman kalau setelah ada kabar miring, mereka langsung mengambil jarak?
Katanya, orang Serang identik dengan hal-hal mistis, ilmu hitam, dan semacamnya.
But… apa cuma orang Serang? Yakin?
Bagaimana dengan daerah lain?
Saya lahir di Serang. Orang tua saya asli Serang . bahkan tidak pernah bersinggungan langsung dengan hal-hal mistis seperti yang mereka tuduhkan.
Tapi setiap bicara soal mistis, “orang kulon” selalu jadi kambing hitam.
Dan saya, sebagai orang kulon yang hidup di tengah lingkungan dengan pola pikir seperti ini, otomatis ikut jadi “kambing congek”.
Kenapa?
Saya bisa apa?
Masa iya saya harus berdiri sambil sok bijak lalu berkata,
“Buk… jangan suudzon dulu, buu-ibuukk…”
Yang ada malah jadi bulan-bulanan ibu-ibu. Bahkan mungkin tahunan.
Hahaha… yang ini becanda ding.
Ayolah… mengubah pola pikir itu susah. Apalagi pola pikir ibu-ibu kurang dzikir.
#ifyouknowwhatImean
Ini bukan berarti saya tidak percaya pada hal-hal gaib. Dalam agama pun ada pembahasannya.
Hanya saja, stigma masyarakat terhadap orang Serang terasa terlalu berlebihan.
Dan mungkin mereka tidak sadar, mereka baru saja melakukan tindakan rasis.
Miris.
NOTE:
Sebenarnya makna “orang kulon” itu luas, tidak sebatas orang dari Serang saja, melainkan juga wilayah Banten lainnya.