Bukan hanya karena begitu banyak perbedaan di antara kami, tetapi juga karena takdir sepertinya tak pernah memberikan jalannya.
Bahkan untuk sekadar menjadi teman biasa pun, rasanya berat bagiku untuk menerima.
Bagaimana mungkin aku bisa berteman dengan lelaki itu?
Semakin lama aku melihat foto-foto itu, semakin aku sadar bahwa takdir memang berjalan seperti seharusnya.
Hanya saja,kenapa perasaan itu terus tinggal, meski waktu telah berjalan begitu jauh.
Sesekali aku memandang fotonya. Sesekali pula membuka kembali sisa-sisa percakapan kami yang dulu.
Setidaknya kini aku tahu, dia bukan ilusi.
Dia bukan sekadar mimpi yang bertahan selama belasan tahun di dalam kepalaku.
Dan malam itu juga nyata. Malam yang akan ku sesali seumur hidupku.
Dia nyata.
Dia ada sebagai manusia, dengan kehidupan, kesibukan, dan dunianya sendiri.
Dan entah mengapa, mengetahui bahwa dia benar-benar ada justru terasa lebih menyakitkan daripada membiarkannya tetap menjadi mimpi..
---
Kemudian, aku tahu sesuatu tentang dia.
Lalu semuanya menjadi sangat jelas. Dan aku tau batasku.
Yah, sepertinya menghadapi bulan Juli tiap tahun akan sedikit menyedihkan.
Mungkin aku akan bersenandung lirih menyanyikan lagu ulang tahun utk diriku sendiri, kemudian mengingat seseorang yg sangat aku inginkan sedang menjalani hidupnya dengan baik.
Di waktu yang bersamaan pula tergelitik rasa ingin bertanya ' apa sbnrnya kamu tau, kak? '
Semoga tidak.
---
'Semoga kamu memaafkan semua hal yang tidak bisa aku jelaskan. Semoga kamu memaafkan hal yang mungkin tanpa aku tau akan menyinggung perasaan kamu, semoga kamu selalu sehat dan semoga urusan kamu selalu di permudahkan, ya cintaa'.
Aamiin..
#tentangsenja #senjadibalikjendelakayu
___